Press "Enter" to skip to content

Masjid Agung Al Barkah Bekasi

0

Masjid Agung Al Barkah Bekasi

Masjid Agung Al Barkah Bekasi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,selamat pagi, di pagi yang cerah ini dan keadaan yang sehat walafiat. Oke,di artikel ini masih membahas di seputar masjid-masjid di wilayah indonesia. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah masjid yang yang terletak di bekasi.

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di indonesia. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama ketika kota bekasi menjadi tuan rumah MTQ Jawa Barat pada  tahun 1998, direnovasi kembali pada 2002. sampai kemudian menjadi itulah sekarang ini setelah melalui renovasi dari 2004-2005. Masjid agung Al-Barkah kota Bekasi berada di jalan Veteran kawasan sekitar alun-alun pusat pemerintahan kota Bekasi Jawa Barat. Lokasi Masjid ini berseberangan dengan rumah sakit daerah kota bekasi.

Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasi dibangun tahun 1890 dipelopori oleh penghulu langit almarhum haji abdul hamid di atas tanah wakaf dari baron seluas 3000 m2. Bangunan belum mencairkan bangunan sebuah Masjid pada umumnya. Tahun 1967 bangunannya dilihat menjadi bentuk Masjid oleh Bupati Bekasi Shubandi ketika itu kota Bekasi masih menjadi bagian dari kabupaten Bekasi. Shubandi yang merupakan Bupati Bekasi pertama asal kampung gabus Kabupaten Bekasi itu,  bagian setiap warga Kabupaten Bekasi turut berpartisipasi menyumbang pembangunan Masjid ini.

Dalam kemajuan yang telah terjadi di tahun 1985 Masjid tersebut kembali dilakukan pembangunan oleh Bupati Bekasi H. Abdul Fatah bangunannya pada bagian depan masih menggunakan angin berwarna-warni yang saat itu sangat banyak diminati masyarakat dalam setiap melaksanakan pembangunan dan saat itu pula lah Masjid tersebut ditetapkan menjadi Masjid Agung Al Barkah Kabupaten Bekasi.

Dengan ditetapkannya sebagai Masjid Agung di Kabupaten Bekasi pemerintah daerah Kabupaten Bekasi mulai ikut campur tangan dalam pembangunannya. Penggunaan pada tahun 1985 menghabiskan biaya kurang lebih 225.000.000. Pada 1997 pemerintah kabupaten Bekasi saat bupatinya dijabat Muhammad Zamri kembali melakukan pembangunan dengan tambahan biaya kurang lebihnya 100.000.000. Persiapan pembangunan Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasi ini mulai dilakukan tahun 2003 dengan penataan ulang tata ruang alun-alun, jalan dan fasilitas yang ada. Masjid dirancang dengan lebih modern namun tetap mencirikan arsitektur timur tengah masjid ini juga dapat dimanfaatkan sebagai area publik rumah di mana orang bisa ibadah dan menikmati pesona taman kota. Ada keinginan dari walikota saat itu untuk menghadirkan sebuah masjid agung yang presentatif dan menjadi ikon kota Bekasi.

Pada saat kota Bekasi terbentuk tahun 1997 dan terpisah dari kabupaten Bekasi di zaman walikota dijabat H. Ahmad Faiz yang merupakan putra asli bekasi, Perhatian pemerintah daerah semakin besar dalam pembangunan Masjid yang kini menjadi ikon kota Bekasi dan mulai tahun 2004 hingga 2008 pembangunan Masjid Agung Al-Barkah Bekasi ini dengan skala besar.

Arsitektur dari masjid Agung Al-Barkah Bekasi ini mengadaptasi Masjid timur tengah yang di sublimasi dengan unsur tropis. Jadi rumah Masjid di timur tengah tidak mengenal teras atau kanopi karena iklim indonesia tropis rumah masjid membutuhkan kantilever dan kanopi agar air hujan tidak tampias ke dalam masjid makanya kemudian masjid itu dilengkapi dengan teras.

Dalam Masjid Al-Barkah Bekasi ini ada 8 daun pintu yang mencerminkan 8 pintu menuju surga pintu tersebut terbuat dari kayu jati dari jepara yang berukiran kaligrafi. Kubah masjid memiliki diameter 18 meter dan di bawahnya bertuliskan 99 asmaul husna. Tiang pada masjid tersebut dilapisi kayu untuk memberi kesan hangat. Ini diadopsi dari Masjid Agung Demak yang dibuat dari kayu. Masjid agung al-barkah kota bekasi ini juga dilengkapi tempat thoharoh, Gedung pertemuan dan tempat majelis taklim, perpustakaan, kantor takmir dan kantor remaja masjid rumah taman plaza medan area parkir.

Arsitektur masjid tidak lepas dari simbolisasi islam, setiap detail bangunan memiliki arti simbolisasi islam bisa kita jumpai pada 4 buah menara yang memiliki arti empat tiang ilmu yakni meliputi bahasa arab rumah syariah koma sejarah dan filsafat. Tiga bagian bentuk dasar bangunan menara mencerminkan iman islam dan ihsan dan ketinggian menara 35 meter diambil dari salah satu surat al quran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *